Cerita Ringan-ringan dari Malang

14 07 2017

Saya pernah tinggal di Kota Malang, Jawa Timur sekitar tahun 1992-1997. Ini adalah pertama kalinya saya keluar rumah dan tinggal di tempat lain. Kalau sekedar kluyuran sih sering, tapi pindahan ya baru kali ini…hehehe.

Awal Desember 1992, setelah lulus dari sekolah kedinasan, tibalah saatnya penempatan. Setiap orang ditempatkan di kota di mana ia harus bekerja selama masa ikatan dinas. Wah, saat itu seru banget…senang, sedih, takut, campur baur. Senang karena ditempatkan di Kota Malang, kota cantik yang dikelilingi gunung-gunung ( selama kuliah, saya 2 kali mampir kota Malang sebelum ke Semeru ). Sedih, karena akan berpisah dengan semua kesibukan dan keruwetan Kota Jakarta. Terutama berpisah dengan keluarga dan teman-teman. Takut, karena gelap semua tentang apa dan siapa di Malang ( informasi hanya dari cerita, tidak seperti saat ini semua info tersedia di internet )

Akhirnya dengan Bus Lorena saya memulai perjalanan ke Kota Malang. Dari pul Bus Pasar Baru saya meninggalkan Jakarta, diantar teman-teman PoskoG106. Barang-barang saya bawa dalam Carrier 70 L yang saya pesen khusus dari Iyek.

Iklan




Naik Gunung Gede (lagi)

25 05 2013

Naik gunung bagi Saya bukan hal baru. Tapi naik gunung di usia 43 tahun adalah pertama kali Saya lakukan. Betul-betul luar biasa. Apalagi sudah 13 tahun Saya tidak mendaki gunung sampai ke puncak. Ada perasaan penasaran, takut, kuatir, mungkin sama dengan perasaan Saya ketika pertama kali naik gunung sekitar 27 tahun lalu ketika masih jadi siswa SMA. Tidak hanya butuh persiapan untuk pendaki gunung seumuran saya, tapi lebih masalah keberanian dan keyakinan bahwa Saya masih mampu mendaki gunung.

L1020225Ternyata masih mampu !  hari minggu, 21 April 2013 Saya ada di puncak Gunung Gede, setelah sekitar 13 tahun tidak mendaki gunung. Bertepatan dengan hari Kartini, Saya menikmati kembali dinginnya hembusan angin alun-alun Suryakencana, melihat kembali sinar keemasan mentari pagi di Puncak Gunung Gede, menghirup kembali harumnya bunga edelweis, merasakan kembali hangatnya persahabatan para pendaki gunung. Hari yang sungguh luar biasa.Hari yang menjadi tonggak terobosan untuk sebuah keyakinan kemampuan mendaki gunung di usia 43 tahun.Saya yang sudah tidak percaya akan kemampuan sendiri, berubah menjadi yakin bahwa usia bukan hambatan untuk mendaki gunung.

  Baca entri selengkapnya »





Musium Satria Mandala di Hari Minggu

18 07 2011

Ternyata menarik banget lho berkujung ke Musium TNI.Kita dapat menyaksikan berbagai diorama, Photo, sampai dengan senjata tempur yang asli pernah digunakan dalam kisah-kisah bersejarah.Bagus banget buat cerita ke anak-anak tentang proses perjuangan Bangsa Indonesia di masa lalu.

Musium yang terletak di jalan Gatot Subroto Jakarta ini memang sepi pengunjung. Hanya ada 3 mobil dan beberapa sepeda motor parkir, ketika Kami berkunjung minggu lalu. Tiket masuk yang hanya 2500 (dewasa) dan 1500 (anak-anak) tidak membuat musium ini mejadi tempat berkujung favorit. Saya, iseng aja,  mampir. setiap hari lewat, tapi kok nggak perah mampir. Itu alasannya.Terakhir Saya berkunjung mungkin 20 atau 25 tahun yang lalu. Hampir tidak ada lagi yang teringat.

Untungnya Saya datang tidak terlambat. Saya masuk pintu musiun beberapa menit sebelum musiun tutup (Musium tutup Pk.14.30 WIB). Hmmm duuhh sayang ya…padahal masih siang banget tuh. Selain punya koleksi yang cukup kaya, musium satria mandala merupakan Wisma yang cukup luas, punya lahan parkir dan taman yang luas, serta kolam halaman belakang yang cukup luas. Baca entri selengkapnya »





Jogjakarta, di sela 1000 hari Mbah Djoyo (Tulisan 2)

28 01 2010

Minggu pagi ini indah banget. Sinar matahari seperti menusuk-nusuk dicelah celah kecil daun kelapa, menembus ke persawahan. warnaya yang perak menyilaukan mata. Kabut tipis yang masih mengauli persawahan seakan diusir oleh datangnya sinar perak. Sementara bapak ibu petani mulai turun dari sepeda dan menyiapkan perlengkapan bertani.

Rumah Pak Lik Tanto yang letaknya dipinggir persawahan memang strategis banget untuk menikmati keindahan sawah di pagi hari. dari depan rumah Kita dapat menyaksikan persawahan dan pepohonan kelapa yang tumbuh di tepi sawah. Memang Indah beneerrr! Baca entri selengkapnya »





Seribu Hari Wafatnya Mbah Joyodimedjo (Tulisan 1)

28 01 2010

Buat orang Jawa, setelah lewat seribu hari meninggal barulah diperbolehkan memasang nisan (atau kijing :bahasa Jawa). Tentu saja juga diikuti oleh beberapa ritual lain seperti pengajian bersama, membersihkan makam, serta pertemuan keluarga besar. Mbah Saya, Ny.Djoyodimedjo meninggal Bulan Februari 2007, beberapa bulan setelah gempa jogja yang merusak rumah almarhumah waktu itu.Dimakamkan di makam desa di sudut desa semboh kidul sidomulyo godean Jogjakarta. Desember ini adalah saatnya keluarga besar Djoyodimedjo berkumpul dan memperingati 1000 hari wafatnya almarhumah. Baca entri selengkapnya »





Semarang Kaline Banjir…(Keliling Kota Semarang)

19 01 2010

Untung aja kemaren nggak hujan di Semarang. Bahkan panas banget. Ini pertama kalinya Saya punya kesempatan keliling-keliling Kota Semarang. Lumayan bisa berkunjung ke Lawang Sewu, Kuil Sam Po Kong, Gereja Bleduk, plus makan nasi ayam di jalan pemuda. Mantaaappp !

Perjalanan ke Semarang di mulai di hari Jumat, 18 Desember 2009. Berlibur dan Cuti bersama memang sudah direncanakan sejak lama. Mumpung saya dan istri cuti, dan mumpung Alya liburan. Plus si Kecil Ufuq, dan Mbak Maroh. Mbah Putri nya yang juga seneng jalan, akhirnya ikut juga. Lengkap Kami ber 6 berlibur ke luar Kota. Baca entri selengkapnya »





Grand Party 30 Tahun STAPALA

2 12 2009

Cuaca cerah berubah perlahan menjadi mendung. Kabut mulai naik menutupi pemandangan indah kebon teh. Cepat sekali kabut bergerak, padahal sekarang belum tengah hari, sekitar Pk.10.30 WIB. Seluruh wilayah Bogor memang sekarang sudah hampir setiap hari hujan. Bukan Cuma Bogor sih, Seluruh Indonesia mungkin. Walau begitu, masih ada sisa biru langit ketika Kami masuk pintu gerbang Gunung Mas (PTPN VIII). Belum tampak tanda tanda acara 30 Tahun STAPALA. Tidak ada spanduk, tidak pula penunjuk jalan. Hmm, mungkin panitia belum ada yang datang. Baca entri selengkapnya »