Musium Satria Mandala di Hari Minggu
Ternyata menarik banget lho berkujung ke Musium TNI.Kita dapat menyaksikan berbagai diorama, Photo, sampai dengan senjata tempur yang asli pernah digunakan dalam kisah-kisah bersejarah.Bagus banget buat cerita ke anak-anak tentang proses perjuangan Bangsa Indonesia di masa lalu.
Musium yang terletak di jalan Gatot Subroto Jakarta ini memang sepi pengunjung. Hanya ada 3 mobil dan beberapa sepeda motor parkir, ketika Kami berkunjung minggu lalu. Tiket masuk yang hanya 2500 (dewasa) dan 1500 (anak-anak) tidak membuat musium ini mejadi tempat berkujung favorit. Saya, iseng aja, mampir. setiap hari lewat, tapi kok nggak perah mampir. Itu alasannya.Terakhir Saya berkunjung mungkin 20 atau 25 tahun yang lalu. Hampir tidak ada lagi yang teringat.
Untungnya Saya datang tidak terlambat. Saya masuk pintu musiun beberapa menit sebelum musiun tutup (Musium tutup Pk.14.30 WIB). Hmmm duuhh sayang ya…padahal masih siang banget tuh. Selain punya koleksi yang cukup kaya, musium satria mandala merupakan Wisma yang cukup luas, punya lahan parkir dan taman yang luas, serta kolam halaman belakang yang cukup luas.
Museum Satria Mandala adalah museum sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Museum yang diresmikan pada tahun 1972 oleh mantan Presiden Indonesia, Soeharto ini awalnya adalah rumah dari salah satu istri mantan Presiden Indonesia, Soekarno, yaitu istrinya yang bernama Ratna Sari Dewi Soekarno. Dalam museum ini dapat ditemui berbagai koleksi peralatan perang di Indonesia, dari masa lampau sampai modern seperti koleksi ranjau, rudal, torpedo, tank, meriam bahkan helikopter dan pesawat terbang (satu diantaranya adalah pesawat Cureng yang pernah diterbangkan oleh Marsekal Udara Agustinus Adi Sucipto).
Selain itu museum ini juga menyimpan berbagai berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan TNI seperti aneka senjata berat maupun ringan, atribut ketentaraan, panji-panji dan lambang-lambang di lingkungan TNI. Selain itu di museum ini dipamerkan juga tandu yang dipergunakan untuk mengusung Panglima Besar Jenderal Soedirman saat beliau bergerilya dalam keadaan sakit melawan pendudukan kembali Belanda pada era 1940-an.
Masih dalam kompleks Museum TNI Satriamandala ini terdapat juga Museum Waspada Purbawisesa yang menampilkan diorama ketika TNI bersama-sama dengan rakyat menumpas gerombolan separatis DI/TII di Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan pada ear tahun 1960-an. Fasilitas lainnya yang ada di Museum TNI Satriamandala ini antara lain adalah Taman Bacaan Anak, Kios Cinderamata, Kantin serta Gedung Serbaguna yang berkapasitas 600 kursi.