Harta Karun Musim Hujan

Jakarta mulai sering diguyur hujan. intensitasnya mulai meningkat kalau hujan sudah mulai turun di pagi hari. Tanda-tanda musim hujan mulai berada dipuncak. Tanda bahaya buat daerah-daerah rawan banjir. Pagi ini, pagi-pagi sekali, hujan sudah turun. Burung-burung yang biasa berkicai dipohon mangga (nya tetangga) hari ini libur.

Gue perhatikan sih mereka tetap ada, tapi tidak bersuara sama sekali. Hujan membuat mereka berhenti berkicau.Kesihan anak gue yang biasanya menikmati kicau burung, hari ini harus libur juga. Semua gelisah kalau hujan. Alya males mandi karena dingin. Berangkat sekolah juga harus gedebak gedebuk mencari jaket hujan yang nggak tahu ada dimana. Mamahnya juga harus bawa mobil dan buru buru supaya tidak macet dan dapet parkir di stasiun. Yasmin juga kudu teriak manggil, gue ngebut lewat depan rumahnya. Lupa kalau biasanya Yasmin(tetangga) numpang.

Kalau hujan begini mobil dan motor bisa antar sekolah sampai dengan teras sekolah. Memangnya sih kesihan anak-anak yang harus kehujanan kalau berhenti di parkiran. Hampir semua anak-anak Al Syukro pakai jas hujan atau minimal pakai sweter. Keren juga, kayak di eropa atau kayak di pilem-pilem.

Gue sebetulnya adalah penikmat hujan. Gue termasuk seneng melihat air hujan. so buat gue, naik motor hujan-hujanan adalah kenikmatan tersendiri. Pakai raincoat dan pakai sendal, ngenggggggg…asik nya. Sesekali lewat jalan yang tergenang banjir, hmmm sedikit membasahi sendal. Sering juga lho gue pulang naik motor kehujanan, dan otomatis gue nyanyi sendiri. dan biasanya yang muncul lagu…i walk in rain by your side….i cling to the warm of your hand…i love u more than anybody can….dari John Denver.

Hujan juga mengingatkan gue selagi naek gunung. Berjalan berselimut ponco. Asiknya jalan dibawah hujan. Hujan harus Kita sayang. jangan biarkan air hujan hilang begitu saja menghilang dibawah selokan. Tampung air hujan di tanah. Biarkan dia menyerap di tanah. dan menjadi harta karun terbesar buat Kita semua.

1 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    lex ario berkata,

    numpang komen om
    cerita yang luar biasa :)
    aku mempunyai kesamaan rasa terhadap hujan, untuk aku hujan adalah genderang penggugah inspirasi, menganyam hasrat hidup, dan dibawah guyuran hujan aku merasa ada cermin raksasa yang membuatku menengok kebelakang tuk melihat laku yang tlah kujalani. so hujan itulah kunci pembuka harta karun berkah dari Allah tuk umatnya

    ps. kok blognya gak ada guestbooknya, kasih dong, untuk saran dan masukan(ato aku yang gak tau dimana guestbooknya, sos sory)


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda