Coba tanya di kawasan tanah kusir, ada yang tahu dimana kampung atau kawasan Perigi (prigi)?. Gue yakin sebagian besar nggak tahu, kecuali penduduk asli yang umurnya lebih tua dari gue. Padahal waktu kecil, nama kawasan perigi sering banget di lontarkan di obrolan sehari-hari. Perigi (prigi) adalah daerah kawasan pinggir kali pesanggrahan di Tanah Kusir, yang sekarang areanya banyak menjadi area pemakaman.
Gue nggak tahu apakah itu nama kampung, nama istilah, atau nama julukan, yang jelas waktu kecil penduduk betawi di kawasan itu menyebut demikian“Besok ngadu bola ke Perigi”, suatu pagi anak-anak di kampung gue (kampung dukuh Kebayoran lama) saling mengingatkan. Rame-rame kita jalan kaki nyeker (nggak pake sendal) dari Bungur ke Tanah Kusir. Di turunan tanah kusir waktu itu belom banyak bangunan rumah atau toko. Masih kebon kosong dengan banyak pepohonan. Bahkan kampung di belakangnya masih rimbun banget, kayak hutan. Salah satu kebon kosong di pinggir jalan tanah kusir, jadi tempat kita “ngadu bola”.
Perigi juga sering gue denger dari tetangga sebelah rumah, Bang Asum. Beliau yang betawi tulen pekerjaannya adalah berburu burung di sekitar sungai pesanggrahan. ” Banyak burung tuh di Perigi”, katanya kalau ditanya pagi-pagi. Dengan berbekal burung pancingan dan sarang burung beliau sering cerita tentang kawasan Perigi. Waktu itu kawasan pekuburan tanah kusir masih rimbun pohon dan dipinggirannya banyak pohon bambu. serem lah kesannya. Nggak kayak sekarang yang lebih mirip taman bermain.
begitu cerita tentang Istilah perigi yang dulu gue sering denger….( supaya tidak hilang di telan jaman)

Fico berkata,
Desember 4, 2008 @ 1:43 pm
wah bung indra ada wordpress juga.. baru tau daku..
aktif juga ternyata yaa…
mantapp…
ok deh sukses selalu mas..
salam
fico